![]() |
Sebagai contoh prediksi Raslullah mengenai keterasingan umat
Islam, Dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhya
Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing, maka beruntunglah
orang-orang yang dianggap asing." (HR. Muslim/2/152 no.
232-(145)
Dalam
riwayat lain Abdullah bin Mas'ud, dia berkata: dikatakan kepadanya; siapakah
mereka wahai Rasulullah ? Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:
"Orang-orang yang berbuat baik, ketika manusia telah rusak". (HR.
Abu Amr Ad-Dani di Sunan Waridah fil fitan 1/25, Al-Ajurri di
Ghuraba' hal. 21, silahkan lihat Silsilah Shahihah 3/267
)
Hadis
di atas adalah salah satu contoh dari beberapa hadis mengenai prediksi
Rasulullah. Dalam kesempatan kali ini saya tidak mencantumkan banyak hadis,
karena yang akan saya bahas hanyalah hadis diatas mengenai keterasingan umat
islam di ujung Akhir Zaman.
Coba kita merenung sejenak,
mengintrofeksi diri kita, bertafakur tentang semerawutnya zaman ini. Banyak
budaya-budaya asing yang telah mengubah pola pikir masyarakat islam, baik dari
kalangan muda maupun tua, semua itu masuk begitu saja tanpa ada halangan,
karena arus globalisasi tak dapat dibendung lagi. Budaya asing tersebut sampai
merubah tingkah laku masyarakat, yang sebelumnya dihiasi dengan perilaku
syari’at sekarang malah dibungkus dengan perilaku barat, sehingga sekarang
masyarakat lupa, bahkan mengganggap aneh seseorang yang menghiasi dirinya
dengan perilaku syari’at.
Perilaku syari’at seperti mengulur
jilbab bagi wanita, dianggap sesuatu yang aneh, kemudian datang kemesjid
menunaikan sholat fardhu dianggap aneh, beri’tikaf dianggap aneh, dan lain
sebagainya seperti disaat awal Islam masuk ditengah-tengah masyarakat jahiliyah.
Jadi segala sesuatu yang baik sesuai tuntunan al-qur’an dan as-sunnah yang kita
kerjakan dianggap sesuatu yang aneh/asing. Seseorang yang mengganggap aneh
perilaku tersebut bukan hanya dari orang non-muslim, tetapi dari umat muslim
itu sendiri, terasa aneh baginya. Rasa aneh tersebut muncul akibat kurangnya
pengetahuan tentang agamanya sendiri yaitu Dinnul Islam.
Sungguh benar yang dikatakan
Rasulullah, nanti pada suatu saat engkau memegang agama seperti memegang
bara api, dilepaskan saying dipegang panas. Sudah banyak orang yang menjual
agamanya dengan dunianya, contoh : seorang wanita awalnya memakai jilbab,
tetapi setelah bekerja dia melepas jilbabnya dikarenakan peraturan dari tempat
ia bekerja melarang seorang wanita memakai jilbab, Na’uzubillahi minzalik.
Ditengah arus globalisasi ini kita
sebagai umat islam harus tetap berpegang teguh pada al-Qur’an dan as-Sunnah,
karena Rasululah telah menjamin keberuntungan kepada orang-orang yang berperilaku
aneh’ (menjalankan ajaran islam sesuai tuntunan Rasulullah), disaat manusia
telah rusak. Allah berfirman dalam surah Fushshilat ayat 30 :
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami
ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat
akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan
janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah yang telah dijanjikan
Allah kepadamu".
Ayat ini
menerangkan tentang keutamaan seseorang yang Istiqomah, di akhir hayatnya ia akan didatangi
oleh para malaikat yang membawa kabar gembira untuknya berupa Surga yang telah
dijanjikan Allah kepadanya, ia diperlihatkan jannah tersebut, sehingga sakitnya
sakaratul maut tak dirasakannya lagi. Tetaplah kita istiqamah
menjalankan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya, serta menjauhi
segala sesuatu yang dilarang-Nya, walaupun kita dianggap aneh. Berita gembira
yang di sampaikan oleh Allah dan Rasulnya kepada kita, semoga menambah semangat
kita agar tetap istiqomah menjalankan syari’at islam dengan benar
ditengah-tengah arus globalisasi ini.
Semoga Bermanfaat……
Views:

